MAHA PRAJNA PARAMITA SUTRA PDF

Emptiness is Form", and declares the other skandhas to be equally empty—that is, dependently originated. This is interpreted according to the two truths doctrine as saying that teachings, while accurate descriptions of conventional truth, are mere statements about reality—they are not reality itself—and that they are therefore not applicable to the ultimate truth that is by definition beyond mental understanding. The five large red characters are Chinese for Avalokitesvara Bodhisattva also known as Guanyin Pusa which is the beginning of the sutra. The rest of the sutra is in black characters. The Heart Sutra is "the single most commonly recited, copied and studied scripture in East Asian Buddhism.

Author:Dutaur Kajimi
Country:Malawi
Language:English (Spanish)
Genre:Environment
Published (Last):2 October 2008
Pages:495
PDF File Size:14.34 Mb
ePub File Size:2.92 Mb
ISBN:392-7-40134-300-2
Downloads:44307
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Daizragore



Negatif dan positif; Bodoh dan bijaksana; dan seterusnya. Tulisan selanjutnya adalah inti sarinya bagaikan ajaran Tripitaka dengan 12 bagian yang mencakupi semua Dharma.

Bila mau tahu dan mempraktikkan kebenaran yang tidak terbatas, inilah Sutra Hati, bila dipahami prinsipnya dan dilaksanakan sesuai dengan sabda Sutra Hati maka secara natural dapat melenyapkan semua susah dan derita. Keluar dari kelahiran dan kematian, keluar dari Triloka Dhatu, mencapai jalan ke-Buddhaan. Bila sesorang tidak memahami atau mampu mengendalikan hatinya, hanya terpaku dan mengerti kepada apa yang tersurat, tidak memahami apa yang tersirat, tidak mau menengok ke dalam dirinya, menyadarinya dan melepaskannya, sehingga tidak ada lagi cara lain yang ampuh.

Hanya senang melakukan praktik semu memohon keluar tanpa mampu mempraktikkan ajarannya, yaitu: hari ini memohon segala sesuatunya kepada Buddha, besok memohon kegaiban kepada Dharma, lusa memohon kemudahan kepada Sangha, lain kali memohon banyak rejeki kepada para dewa, untuk mendapatkan lingkungan hoki atau kuburan hoki memohon kepada pakar Feng Shui. Kecenderungan umat awam hanya memohon keluar mengabaikan jati dirinya yang memiliki sumber rejeki yang maha besar, karena tidak diketahuinya maka selalu mengemis keluar.

Sesungguhnya praktik-praktik khayal ini sudah menjauhi jalan Buddha, menapak jalur ketahayulan dan memasuki jalan kegelapan panjang. Bagaimana tidak miris dan sedih melihatnya? Sebagai umat yang sadar tentu mencari segala sesuatunya harus ke dalam diri sendiri yang memiliki jiwa Tathagata yang sempurna kebijaksanaan dan kebajikannya. Hanya saja dalam proses pengembalian dari jiwa manusia untuk mengembangkan jiwa Buddha memerlukan bimbingan dan perlindungan dari Sang Triratna. Inilah maksud tujuan sesungguhnya dari makna berlindung kepada Sang Triratna.

Jika seseorang mampu tidak memiliki pikiran masa lampau, sekarang, dan mendatang muncul dibenaknya, maka tiga pengakhiran bodoh, karma dan derita dilalui. Bila pengolahan dilakukan dengan konsisten maka tercapailah keadaan menerima kesenangan Dhyana sebagai makanan dan mendapatkan kebahagiaan Dharma. Shariputa adalah murid utama Hyang Buddha, memiliki kebijaksanaan unggul versi kereta kecil.

Wujud tidaklah berbeda dari kosong; kosong tidaklah berbeda dari wujud. Wujud sendiri adalah kosong; kosong sendiri adalah wujud. Kekosongan nihilis: kosong setelah mati tiada eksistensi lagi, bagaikan lampu yang sudah mati. Kekosongan dharma: kekosongan wujud apabila diuraikan.

Kekosongan seketika: semua Dharma yang berkondisi bagaikan ilusi, sesungguhnya inti kesejatiannya kosong. Kesejatian jiwa adalah kosong: semua Dharma yang muncul dari hati dan pikiran adalah kosong dan sunyi, tidak terjebak ada dan tiada, tidak menetap di jalan tengah, sehingga dikatakan kebenaran Sunya kosong tidak kosong , hakikat ada yang bersifat ajaib bukanlah ada, menampakkan Kesunyataan kekosongan besar.

Pandangan Terhadap Kekosongan Kekosongan bukanlah objek intelektual tetapi Prajna, yang dimengerti secara intuitif. Membicarakan Prajna adalah membicarakan kekosongan, pandangan terhadap kekosongan diringkas menjadi 5 jenisnya: Kekosongan yang tidak berperasaan Jenis kekosongan ini umumnya diketahui oleh setiap orang dan dipahami mengurangi setiap pengetahuan mengenai kekosongan; yakni tidak mempunyai kesadaran.

Kekosongan mengenai kehancuran Dipahami oleh orang-orang belajar jalan kecil, tidak mengerti prinsip kekosongan yang sesungguhnya, mengatakan bahwa bila orang meninggal dunia maka mereka berhenti eksistensi, yakni penghancuran. Kekosongan mengenai dharma analisa Kekosongan ini adalah suatu perenungan yang dilakukan kereta kecil, mereka menganalisa wujud sebagai wujud, pikiran sebagai pikiran dan menyortir dharma-dharma yang dianalisa itu ke dalam dharma-dharma mereka sebagai unsur pokok tanpa menyadari bahwa semuanya itu adalah kekosongan.

Sesuatu hakikat yang dapat dilihat, dapatlah di analisa sebagai suatu wujud dharma yang bervariasi, yang disebabkan perasaan, pengertian, perwujudan dan kesadaran, semuanya adalah kosong. Kekosongan dharma jasmaniah Jenis yang ke-empat mengenai kekosongan di olah oleh yang telah mencapai penerangan terbatas, Pratyeka Buddha, yang mempunyai pengalaman secara jasmaniah mengenai kekosongan dharma. Kekosongan yang sebenarnya Para Bodhisattva mengolah perenungan mengenai kekosongan yang bereksistensi sempurna.

Ketika melihat tembus bahwa Panca Skandha adalah kosong, artinya Beliau sedang mengolah pada tingkat yang dicapai dengan Prajna yang dalam dengan kemampuan dari pikiran Prajna yang dalam. Bila mau menembusi wujud adalah kekosongan, maka Jauhkan kata-kata membicarakan corak; Jauhkan ciri nama corak; Jauhkan kondisi hati melihat corak.

Kekosongan segala hal akan kembali termanifestasikan oleh pikiran, sehingga wujud kekosongan akan muncul. Kosong berhubungan dengan subtansi kekosongan, sementara wujud adalah fungsi dari kekosongan. Walaupun subtansi dan fungsi muncul menjadi berbeda, tapi kedua-duanya secara mendasar adalah satu.

Kosongnya sesuatu kekosongan karena belum terpikirkan oleh manusia, belum terbentuk, belum diberikan nama, belum dirasakan oleh kondisi hati; Tetapi semuanya sudah ada dan tersedia; artinya kekosongan itu menyimpan banyak hal yang belum terungkapkan oleh pikiran manusia yang terbatas. Bila saja kekosongan segala hal dapat digali dan dibentuk oleh manusia maka kekosongan ini bisa berwujud.

Wujud sendiri adalah kekosongan; Kosong itu sendiri adalah wujud. Sesungguhnya wujud dan kosong tidak memiliki hakikat yang berbeda atau tidaklah menjadi ganda yang berbeda. Kedua-duanya adalah kesatuan, kosong berisi wujud dan wujud berisikan kosong. Semua subjek dan objek yang berkondisi yang kita ketahui dan dirasakan yang berada disekeliling kita termasuk diri kita dan milik kita adalah kosong, karena kekosongan, dari kekosongan, dengan kekosongan dan di dalam kekosongan.

Menyerupai apakah ruang kosong? Ruang kosong tidak mempunyai bentuk. Walaupun demikian tidak ada bentuk yang tidak menyerupai ruang kosong. Oleh karena ruang kosong tidak memiliki bentuk maka ruang kosong bisa dibentuk, dapat memuat segala sesuatu dan menyerupai sesuatu. Semua bentuk adalah khayalan.

Jika seseorang memahami bahwa semua bentuk bukanlah bentuk, ia memahami Tathagata. Jika pikiran diskriminasi tidak ada maka akan memahami kebenaran akan ketiadaan bentuk. Hanya ketika melihat sifat kesejatian maka kita akan menyatu dengan ruang kosong. Bagaikan bulan dan cahayanya; Dari awal sampai akhir senantiasa tiada berbeda.

Semua dharmapun demikian adanya; Karakteristik dari kesunyataan bersifat manunggal. Peran dan fungsinya tiada perbedaan; Karena sebab itu semuanya terwujud. Bila tiada kebenaran kesunyataan, maka tiada sesuatu yang terwujud. Dengan kata lain ia adalah absolut, semua yang dapat dikatakan tentang dia tidak dapat memberi ide yang tepat tentang dia.

Sebenarnya Kekosongan sama sekali bukan ide, karena ia adalah untuk dipahami secara intuitif dan tidak dapat digambarkan secara logis. Pengertian intuitif terhadap Kekosongan merupakan pencerahan. Menyiratkan kedua hal Rupa dan Sunya adalah satu, tidak terpisahkan, ini adalah ucapan akhirnya. Satu huruf rupa bukan hanya mewakili Panca Skandha juga terkait alam semesta beserta isinya yang mempunyai wujud dan rupa berbeda, semua terkandung di dalamnya.

Karena alam semesta dan semua hal tidak terlepas dari karaktersitik diri yang luas berupa kesatuan intergral, yang dikatakan rupa. Begitupula perasaan, pikiran, pencerapan dan kesadaran adalah wujud tidak berwujud, dinamakan juga rupa. Rupa yang di dalam dan rupa yang di luar semua karena sebab dan kondisi ia muncul, tiada karakteristiknya sendiri, tiada inti yang realita, tidak didapat, asal muasalnya berkarakter Sunya.

Sekarang walaupun ada terlihat hanya ilusi, sesungguhnya tidak ada yang didapat. Oleh karena itu, Rupa berarti Sunya. Bukan dimaksud rupa yang di luar adanya sunya. Bila memperhatikan kesunyataan di atas kiranya dapat memahaminya. Hati yang muncul berbagai berjenis juga termasuk Panca Skandha selalu bergulir. Begitupula rupa yang yang beragam jenis, semua bagaikan bunga ilusi yang munculnya kacau dan lenyapnya juga kacau. Bagaikan sebuah film yang selalu berubah dan terus berubah sehingga dikatakan tidak didapat.

Janganlah bait-bait di atas dilihat dan dirasakan sebagai ketakjuban, sesungguhnya sebuah kebenaran yang bersifat umum penuh kewajaran. Anda hanya menyadari bahwa semua muncul karena ada kondisi, tiada karakteristiknya sendiri, tiada realita yang nyata, tidak diperoleh, maka dinamakan berkarakter Sunya. Bukan hanya rupa maupun Skandha lainnya saja, termasuk wujud alam semesta dan seisi alam yang berwujud, juga 18 dhatu, 12 Mata rantai, 4 Kesunyataan mulia dan Sad Paramita dan lain sebagainya adalah wujud tanpa berwujud, semuanya demikian berkarakteristik Sunya.

Hanya saja umat awam terjebak ada, maka dikatakan rupa tidak berbeda dengan Sunya. Oleh karena itu, diajarkan Sunya tidak berbeda dengan rupa. Begitupula bila Bodhisattva belum menembusi hakikat non-dualitas, maka dikatakan rupa adalah Sunya, Sunya adalah rupa. Maksud kesemuaan ini untuk mendobrak pandangan Dharma mereka, andaikata memahami pandangan Dharma mereka juga intinya Sunya, sehingga memahami ketiadaan rintangan lagi. Segala sesuatunya yang berkondisi di alam semesta ini selalu berproses, yaitu: terbentuk, keberadaan, berubah, dan lenyap.

Bagaimanakah peran dan fungsi Kesunyataan kekosongan terhadap segala sesuatu yang berkondisi dan berproses?

Oleh karena itu dikatakan wujud tidak berbeda dengan kekosongan, kekosongan tidak berbeda dengan wujud; wujud adalah kekosongan, dan kekosongan adalah wujud. Segala sesuatunya bereksistensi tapi bereksistensi sunya sehingga bukan bereksistensi sesungguhnya; Walaupun segala sesuatunya sunya tapi sunya yang bereksistensi sehingga bukan sunya sesungguhnya; Walau bereksistensi tapi tidaklah kekal, walau sunya tapi tidaklah musnah.

Inilah kesunyataan yang tidak sunya walaupun sunya tapi tidak musnah. Begitupula perwujudan eksistensi yang tidak bereksistensi walau bereksistensi tapi tidak kekal. Memandang kekosongan menampakkan kekosongan adalah pandangan nihilis; Memandang kekosongan tanpa eksistensi adalah pandangan salah; Memandang kekosongan bukan kekosongan adalah pandangan benar; Memandang kekosongan yang berisi kekosongan adalah pandangan Kesunyataan.

Kekosongan yang sebenarnya tidak merintangi eksistensi, eksistensi tidak merintangi kekosongan yang sebenarnya. Kekosongan yang sebenarnya adalah eksistensi; eksistensi itu adalah kekosongan yang sebenarnya. Sebab Svbhava atau inti-jati pada dasarnya suci bersih dan bersifat seperti angkasa.

Ia demikian terang, tenang dan tanpa reaksi bukan relatif. Ia adalah Tathagatakosa sari Pribadi Buddha yang bersifat tanpa lahir dan tanpa musnah, juga tanpa pengertian, namun ia tetap berfungsi seperti Dharma-dhatu, bulat, realistis, dan lapang.

Luasnya hingga sepuluh penjuru tanpa batas. Di dalam Sutra Shurangama, Hyang Buddha bersabda: pikiran sejati yang suci dan sempurna, disebabkan oleh khayalan terlahirlah wujud dan kekosongan. Apa itu dharma? Adalah jejaknya hati bayangan hati , hati bergerak memunculkan beragam masalah. Bila tidak ada objek maka tidak ada hati tidak ada pula dharma. Karena itu, dikatakan muncul karena ada sebab dan kondisi, tetapi muncul tidaklah muncul, tiada karakteristiknya sendiri, tiada realita kebendaan, tiada diperoleh, asalnya Sunya, bukan diciptakan sehingga menghasilkan Sunya.

Semua dharma adalah kata seluruh dharma hati. Orang-orang duniawi pada umumnya menggunakan hati untuk menciptakan kondisi hati, menggunakan dharma membentuk dharma. Tidak mengetahui intinya adalah Kesunyataan, mengikuti mereka terasa benar-benar ada, dengan demikian terjebak dan melekatlah, sehingga terjadi pertengkaran memperebutkannya.

Di dalam banyak sutra Buddhis syair ini paling sulit dipahami. Harus kita ketahui, di alam semesta ini semua hal termasuk pikiran kita dan Panca Skandha, semuanya tidak timbul dan tidak lenyap karena sebabnya semua adalah sebagai berikut: Tidak muncul sendirinya: seperti di atas sudah dijelaskan kain tidak sendirinya bisa jadi kain, maka dikatakan tiada karakteristiknya, semua harus tergantung kondisi-kondisi lain yang mendukungnya dan terpenuhi segala unsur lain baru terbentuk.

Bukan mereka memunculkan: walaupun terpenuhnya segala kondisi-kondisi lain, tapi bila tidak ada yang menyatukan dan merajut maka tidak bisa jadi kain. Tidak muncul bersamaan: karena kedua hal yang di atas pun adalah berkondisi tiada realita intinya, hanya keduanya dibentuk, dipadukan saling melengkapi dan dilengkapi, sehingga dikatakan tidak muncul bersamaan.

Bukan tiada sebab kemunculannya: Misalnya kain adalah paduan yang palsu ia muncul, karena ada sebab tentu ada akibat.

COPROLOGICO INTERPRETACION PDF

Majalah Harmoni

Negatif dan positif; Bodoh dan bijaksana; dan seterusnya. Tulisan selanjutnya adalah inti sarinya bagaikan ajaran Tripitaka dengan 12 bagian yang mencakupi semua Dharma. Bila mau tahu dan mempraktikkan kebenaran yang tidak terbatas, inilah Sutra Hati, bila dipahami prinsipnya dan dilaksanakan sesuai dengan sabda Sutra Hati maka secara natural dapat melenyapkan semua susah dan derita. Keluar dari kelahiran dan kematian, keluar dari Triloka Dhatu, mencapai jalan ke-Buddhaan. Bila sesorang tidak memahami atau mampu mengendalikan hatinya, hanya terpaku dan mengerti kepada apa yang tersurat, tidak memahami apa yang tersirat, tidak mau menengok ke dalam dirinya, menyadarinya dan melepaskannya, sehingga tidak ada lagi cara lain yang ampuh.

ANISOCITOSIS Y POIQUILOCITOSIS PDF

Heart Sutra

These great Bodhisattvas are all majestically adorned [with merit and wisdom] and standing on the Ground of No Regress. The Buddha knew that the assembly had convened. I actually arrived later. Because I delight in making the right observation to benefit sentient beings. As you manifest such great majesty for all sentient beings, your mind does not see the appearance of majesty. Although I activate the mind of great majesty for all sentient beings, I never see the appearances of sentient beings.

HEARTSAVER FIRST AID WRITTEN TEST PDF

Maha Prajña Paramita Heart Sutra

.

BROMURO DE OTILONIO PDF

Buddha Sutras

.

Related Articles