KOLEDOKOLITIASIS ADALAH PDF

Batu empedu adalah batu yang terbentuk di saluran empedu, biasanya di kantong empedu. Batu empedu berkembang secara tersembunyi, dan mereka dapat asimtomatik selama beberapa dekade. Migrasi batu empedu ke dalam saluran cystic dapat menghalangi aliran empedu selama kontraksi kandung empedu. Hasil peningkatan tegangan dinding kandung empedu menghasilkan jenis karakteristik nyeri kolik bilier. Obstruksi duktus sistikus, jika terus berlanjut selama lebih dari beberapa jam, dapat menyebabkan peradangan kandung empedu akut kolesistitis akut. Gambar: Kolelitiasis dan Koledolitiasis Choledocholithiasis mengacu pada adanya satu atau lebih batu empedu di duktus biliaris komunis common bile duct.

Author:Mimuro Gardashura
Country:Guyana
Language:English (Spanish)
Genre:Education
Published (Last):18 August 2012
Pages:218
PDF File Size:18.29 Mb
ePub File Size:11.67 Mb
ISBN:947-2-47519-875-2
Downloads:87294
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Gasida



Radang empedu Kolesistitis : adalah adanya radang pada kandung empedu. Radang saluran empedu Kolangitis : adalah adanya radang pada saluran empedu. Kolelitiasis lebih sering dijumpai pada individu berusia diatas 40 tahun terutama pada wanita dikarenakan memiliki faktor resiko, yaitu: obesitas, usia lanjut, diet tinggi lemak dan genetik. Batu empedu dapat bermigrasi melalui duktus sistikus ke dalam saluran empedu menjadi batu saluran empedu dan keadaan ini disebut sebagai batu saluran empedu sekunder.

Perjalanan batu saluran empedu sekunder belum jelas benar, tetapi komplikasi akan lebih sering dan berat dibandingkan batu empedu asimtomatik. Komplikasi yang terjadi diantaranya dapat mempengaruhi organ di sekitar empedu.

Faktor resiko batu empedu diantaranya dikenal dengan singkatan 4-F, yakni Fatty gemuk , Forty 40 tahun , Fertile subur , dan Female wanita Sjamsuhidayat, , namun tidak terbatas dan terikat hanya pada faktor-faktor tersebut seperti yang akan dibahas selanjutnya di bawah. Istilah kolelitiasis dimaksudkan untuk pembentukan batu di dalam kandung empedu. Batu kandung empedu merupakan gabungan beberapa unsur yang membentuk suatu material mirip batu yang terbentuk di dalam kandung empedu.

Hipersaturasi kolesterol dalam kandung empedu, 2. Percepatan terjadinya kristalisasi kolesterol dan 3. Gangguan motilitas kandung empedu dan usus. Sedangkan patogenesis batu pigmen melibatkan infeksi saluran empedu, stasis empedu, malnutrisi, dan faktor diet. Walaupun batu dapat terjadi dimana saja dalam saluran empedu, namun batu kandung empedu ialah yang tersering didapat.

Bila batu empedu ini tetap saja tinggal di dalam kandung empedu, maka biasanya tidak menimbulkan gejala apapun. Gejala — gejala biasanya timbul bila batu ini keluar menuju duodenum melalui saluran empedu, karena dapat menyebabkan kolik empedu akibat iritasi, hidrops, atau empiema akibat obstruksi duktus cysticus.

Bila obstruksi terjadi pada duktus koledokus maka dapat terjadi kolangitis ascendens, ikterus, dan kadang — kadang sirosis bilier. Jika batu empedu tidak menimbulkan gejala biasanya pasien tidak memerlukan pengobatan. Meski demikian, banyak juga kasus batu empedu yang membutuhkan tindakan operasi yang disebut cholecystectomy.

Saat ini operasi sudah biasa dilakukan dengan laparoskopi atau bedah minimal. Karena hanya dengan sayatan kecil, proses pemulihannya pun lebih cepat. Bedah minimal juga hanya menimbulkan sedikit nyeri dan kalaupun terjadi komplikasi hanya ringan saja, tidak seperti bedah terbuka. Setelah menjalani pengangkatan kantong empedu, pasien sebaiknya memperhatikan pola makan yaitu dengan membatasi asupan makanan berlemak atau berminyak.

Insiden kolelitiasis atau batu kandung empedu di Amerika Serikat diperkirakan 20 juta orang yaitu 5 juta pria dan 15 juta wanita.

Insiden batu kandung empedu di Indonesia belum diketahui dengan pasti, karena belum ada penelitian yang komprehensif. Banyak penderita batu kandung empedu tanpa gejala dan ditemukan secara kebetulan pada waktu dilakukan foto polos abdomen, USG, atau saat operasi untuk tujuan yang lain. Dengan perkembangan peralatan dan teknik diagnosis yang baru seperti USG, maka banyak penderita batu kandung empedu yang ditemukan secara dini sehingga dapat dicegah kemungkinan terjadinya komplikasi.

Semakin canggihnya peralatan dan semakin kurang invasifnya tindakan pengobatan sangat mengurangi morbiditas dan moralitas. Batu kandung empedu biasanya baru menimbulkan gejala dan keluhan bila batu menyumbat duktus sistikus atau duktus koledokus. Oleh karena itu gambaran klinis penderita batu kandung empedu dapat beragam dari yang berat atau jelas sampai yang ringan atau samar bahkan dapat juga tanpa gejala silent stone.

Dikenal tiga jenis batu empedu yaitu, batu kolesterol, batu pigmen atau batu bilirubin yang terdiri dari kalsium bilirubinat, serta batu campuran. Patofisiologi dari terjadinya batu tersebut berbeda-beda. Kolelitiasis kronik menyebabkan fibrosis dan hilangnya fungsi dari kandung empedu, selain itu merupakan factor predisposisi terjadinya kanker pada kandung empedu.

Pengobatan pada kolelitiasis tergantung pada tingkat dari penyakitnya. Jika tidak ada gejala maka tidak diperlukan kolesistektomi. Tapi jika satu kali saja terjadi gejala, maka adalah salah satu indikasi perlu dilakukannya kolesistektomi.

Sejarah Setiap tahun, ratusan ribu pasien di negara besar menjalani terapi pembedahan untuk mengambil kandung empedunya dikenal sebagai tindakan kolesistektomi , menjadikannya salah satu prosedur operasi yang paling umum dilakukan setiap tahun. Tindakan ini merupakan penatalaksanaan pilihan untuk inflamasi dari kandung empedu dikenal sebagai kolesistitis , nyeri dan inflamasi terkait batu empedu kolik biliaris dan pankreatitis yang disebabkan batu empedu.

Sebelum akhir abad ke, dokter pada saat itu menangani penyakit kandung empedu dengan kolesistostomi - suatu prosedur membuka, mengambil batu, kemudian menguras cairannya — namun mereka pada saat itu takut dengan pengambilan organ empedu keseluruhan dapat menyebabkan kematian pasien. Usaha dokter untuk menguras serta menyingkirkan batu kandung empedu tersebut akan menyebabkan perbaikan kondisi pasien yang sementara, namun selanjutnya akan mengakibatkan memburuknya kondisi pasien dengan dapat timbulnya fistula dan nyeri yang berkelanjutan.

Namun demikian, sebenarnya pada akhir abad ke, dua dokter Italia telah membuktikan bahwa binatang dapat hidup tanpa kandung empedu gall blader , namun penemuan ini tidak dipertimbangkan sampai akhir abad ke Merasa frustrasi bahwa pasiennya tetap menderita bahkan setelah prosedur pengurasan dan pembersihan kandung empedu, seorang dokter Jerman bernama Carl Johann August Langenbuch, direktur rumah sakit Lazarus di Berlin yang berusia 27 tahun, bertekad untuk memberikan pasien-pasien ini pengobatan tuntas daripada hanya kesembuhan sementara.

Dokter Langenbauch pertama mempraktekkannya pada kadaver, kemudian pada tahun melaksanakan kolesistektomi pertama pada pasien pria yang menderita batu kandung empedu selama 16 tahun, yang dimana tindakan ini secara efektif menyembuhkan nyeri penderitaannya dalam semalam.

Sampai tahun , telah dilakukan lebih dari tindakan kolesistektomi cholecystectomy , dan kemudian menjadi jelas bahwa menghilangkan kandung empedu tidak akan menyebabkan kematian pasien, bahkan malah akan memberikan masa depan yang bebas nyeri bagi pasien bersangkutan terkait penyakitnya tersebut. Dengan kolesistostomi tersingkirkan sebagai pilihan terapi, kolesistektomi terbuka menjadi standar emas pengobatan untuk hampir satu abad berikutnya. Kemudian pada tahun seorang ahli bedah ginekologik Perancis melaksanakan pengambilan kandung empedu dengan laparoskopi.

Hanya dalam dua tahun, permintaan pendekatan pengobatan dengan teknik laparoskopik telah merubah praktek pembedahan akan penatalaksanaan penyakit ini di dunia medis barat, manfaat teknik laparoskopik ini kemudian termaktub dalam pedoman guideline National Institute of Health NIH dari Amerika Seriktat pada tahun Klasifikasi Batu Empedu Avni Sali tahun membagi batu empedu berdasarkan komponen yang terbesar yang terkandung di dalamnya.

Hal ini sesuai dengan pembagian dari Tetsuo Maki tahun sebagai berikut: 1. Bisa berupa sebagai: Batu Ca bilirubinat atau batu pigmen calcium Batu pigmen murni Sebagian ahli lain membagi batu empedu menjadi: Batu Kolesterol.

AVERMEDIA VP1 PDF

KOLEDOKOLITIASIS

Prognosis : Dubius ad bonam Diskusi kasus Pada anamnesis pada pasien didapatkan keluhan utama adalah nyeri pada perut kanan atas yang hilang timbul keluhan ini dirasakan os sejak sekitar 3 bulan SMRS, nyeri dirasakan pada perut kanan atas menjalar sampai ke bahu kanan , nyeri yang dirasakan os terjadi karena adanya peregangan saluran empedu yang diakibatkan oleh penyumbatan atau obstruksi. Nyeri pascapandrial kuadran kanan atas, biasanya dipresipitasi oleh makanan berlemak terjadi antara 30 — 60 menit setelah makan, berakhir setelah beberapa jam dan kemudian pulih, disebabkan oleh batu empedu. Nyeri dapat menjalar ke abdomen kanan, ke pundak, punggung, jarang ke abdomen kiri dan dapat menyerupai angina pektoris. Kolik bilier harus dibedakan dengan gejala dispepsia yang merupakan gejala umum pada banyak pasien dengan atau tanpa kolelitiasis. Proses obstruksi yang terjadi dapat diakibatkan oleh penyumbatan dari dalam saluran empedu atau dari luar saluran empedu, dalam hal ini ada organ yang mendesak saluran empedu yang mengakibatkan adanya penyempitan saluran empedu, proses pendesakan dapat berasal dari pankreas, hepar atau organ abdomen lainnya. Nyeri muncul biasanya setelah os makan terutama makan makanan yang berlemak, hal ini dikarenakan adanya rangsangan pada kantung untuk mengeluarkan empedu, dalam hal ini terkait dengan fungsi garam empedu untuk membantu dalam metabolisme lemak dalam tubuh. Penderita batu kandung empedu baru memberi keluhan bila batu tersebut bermigrasi menyumbat duktus sistikus atau duktus koledokus, sehingga gambaran klinisnya bervariasi dari yang tanpa gejala asimptomatik , ringan sampai berat karena adanya komplikasi.

BIMCO BARECON PDF

Makalah Batu Saluran Empedu Koledokolitiasis

Radang empedu Kolesistitis : adalah adanya radang pada kandung empedu. Radang saluran empedu Kolangitis : adalah adanya radang pada saluran empedu. Kolelitiasis lebih sering dijumpai pada individu berusia diatas 40 tahun terutama pada wanita dikarenakan memiliki faktor resiko, yaitu: obesitas, usia lanjut, diet tinggi lemak dan genetik. Batu empedu dapat bermigrasi melalui duktus sistikus ke dalam saluran empedu menjadi batu saluran empedu dan keadaan ini disebut sebagai batu saluran empedu sekunder. Perjalanan batu saluran empedu sekunder belum jelas benar, tetapi komplikasi akan lebih sering dan berat dibandingkan batu empedu asimtomatik. Komplikasi yang terjadi diantaranya dapat mempengaruhi organ di sekitar empedu. Faktor resiko batu empedu diantaranya dikenal dengan singkatan 4-F, yakni Fatty gemuk , Forty 40 tahun , Fertile subur , dan Female wanita Sjamsuhidayat, , namun tidak terbatas dan terikat hanya pada faktor-faktor tersebut seperti yang akan dibahas selanjutnya di bawah.

Related Articles