KITAB AL MUWAFAQAT PDF

Kajirisar He would discuss various topics with his teachers before arriving to any conclusion. Raisuni claims that Abul-Ajfan seems to have delivered the most comprehensive biography of the Imam so far. Books [ edit ] He learned from very prominent scholars of his time. Kitab Al-ifidaat wa Al-inshadaat — This book included two volumes on Literature. Al-Shatibi and his works were introduced by Muhammad Rashid Rida d. The latter became the chief Qadi of Granada later, and is known for his Tuhfat al-Hukkam Gift for the Rulers — a compendium of rules collected for the judges of Granada.

Author:Kazracage Meztilar
Country:Ecuador
Language:English (Spanish)
Genre:Finance
Published (Last):16 August 2004
Pages:218
PDF File Size:16.91 Mb
ePub File Size:5.10 Mb
ISBN:693-1-49286-484-8
Downloads:11016
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Nikom



Disebabkan betapa urgennya kitab yang satu ini, tentu kajian terhadapnya juga tidak kalah urgen. Oleh karena itu, dalam tulisan ini akan dibahas kajian tetang seluk-beluk Al Muwafaqat, yaitu mengenai sejarah dan kandungan isinya secara garis besar.

Judul Kitab Sudah lumrah di kalangan ulama terdahulu, dalam setiap kata pengantar sebuah karya mereka, selalu disebutkan judul kitab yang ditulis beserta alasan kenapa judul itu dipilih. Begitu pula yang dilakukan oleh Imam Syatibi. Disebabkan seorang guru yang sangat ia hormati bercerita kepadanya tentang sebuah mimpi yang menimpa sang guru.

Sang guru itu bercerita bahwa di suatu malam, ia bermimpi bertemu Imam Syatibi sedang memegang kitab yang ia tulis. Lalu sang guru bertanya tentang kitab tersebut. Imam Syatibi pun menjawab bahwa kitab yang ada di tangannya itu ialah Al Muwafaqat.

Lebih lanjut sang guru pun kembali bertanya arti nama yang indah itu. Imam Syatibi menjawab bahwa nama itu dipilih karena ia ingin mempertemukan kesepahaman Toleransi antar dua Madzhab yang sama-sama memiliki banyak pengikut fanatik di Andalusia saat itu, yaitu Madzhab Hanafiyyah dan Malikiyyah. Setelah mendegar cerita sang guru, dan menyadari adanya kesamaan mengenai apa yang ia tulis dengan mimpi sang guru tersebut. Imam Syatibi pun kemudian memilih Al Muwafaqat untuk nama kitabnya ini.

Kemudian, sebagian ulama kontemporer yang melakukan editisasi menambahkan sisipan nama pada kitab Al Muwafaqat. Begitu pula pada cetakkan yang dirilis berdasarkan bimbingan Prof. Respon luar biasa terhadap Al Muwafaqat baru terjadi beberapa abad kemudian.

Yang dimulai dipenghujung abad ke — 19 M. Respon tersebut, baik berupa karya seputar Al Muwafaqat Ringkasan, Nazham Syair , Tahqiq, dll , maupun komentar positif terhadap kitab dan isi kandungannya. Beberapa karya yang dirilis seputar Al Muwafaqat antara lain: 1. Ahmad Raisuni. Pencetakan Al Muwafaqat: Kitab Al Muwafaqat mengalami beberapa kali pencetakan, yaitu sebagai berikut: 1. Setebal 4 Juz. Karya ini ia beri judul "Muwafaq Al Muwafaqat". Syarah ini dicetak oleh percetakan Ahmad Yumna di kota Fes tahun H.

Setebal Satu jilid. Didistribusikan oleh percetakan At Tijariah Al Kubra - mesir. Kategori umum berisi pembahasan isi kitab secara menyeluruh. Sedangkan kategori khusus berisi pembahasan tentang Maqashid Asy Asyariah yang terdapat dalam kitab. Ketiga belas muqaddimah merupakan panduan ilmiah penting sebelum menyelami isi kitab secara keseluruhan. Jika kita perhatikan secara menyeluruh dari pembagian diatas, dapat disimpulkan bahwa kitab Al Muwafaqat berisi pembahasan inti yang selalu dikaji dalam kajian Ushul Fiqh.

Hanya saja Imam Syatibi selalu menyertakan ruh Maqashid dalam setiap pembahasannya. Dimulai dari muqaddimah hingga akhir kitabnya tentang ijtihad. Kategori Khusus: Jika diatas merupakan cakupan isi kandungan Al Muwafaqat secara umum, maka dalam pembahasan ini akan diulas secara khusus tentang bagian ke tiga yang terdapat dalam Al Muwafakat, yaitu tentang Maqashid Syariah.

Pembahasan Maqashid Syariah dalam Al Muwafaqat dapat dibagi ke dalam 4 bagian: Pertama, Muqaddimah yang membahas ringkas tentang Illah dan Hikmah hukum syariah. Ketiga, Maqasid Mukallaf, yang mengkaji tentang niat tujuan manusia disegala aktivitas yang ia kerjakan dalam kehidupannya di dunia ini. Diawal pembahasan tentang Maqashid Syariah dalam kitabnya Al Muwafaqat, Imam Syatibi membagi Maqashid berdasarkan sumber asalnya kepada dua macam.

Pendahuluan ini sangat penting dalam pembahasan Maqashid selanjutnya. Karena jika hukum-hukum syariat tanpa illah atau hikmah, maka pembahasan tentang Maqashid syariah takkan pernah hadir. Karena inti kajian Maqashid adalah tentang Illah atau hikmah tujuan diturunkannya hukum-hukum tersebut. Dalam hal ini, para ulama terbagi ke dalam dua kelompok, kelompok pertama berpendapat, bahwa hukum syariat tidak mengandung illah atau hikmah sama sekali.

Pendapat ini dipelopori oleh Imam Arrazi. Sedangkan kelompok kedua berpendapat, bahwa hukum — hukum syariat mengandung hikmah, yakni memelihara kemaslahatan umat manusia di dunia dan di akhirat.

Setelah meyakinkan bahwa hukum-hukum syariat mengandung hikmah. Inti pembahasan dari ketiga belas 13 masalah ini adalah bahwa tujuan diberlakukannya syariat ialah demi keberlangsungan kehidupan di alam raya berserta isinya.

Yang kemudian bisa dirinci ke dalam 3 bagian: Tingkatan Maqashid berdasarkan kemaslahatan, beserta hubungan tingkatan satu dengan yang lain. Macam Maqashid syariah berdasarkan kemaslahatan terbagi tiga, yaitu Daruriyyat primer , Hajiyyat sekunder , Tahsiniyyat tersier ; Hubungan ketiganya saling melengkapi satu dengan yang lain; Syarat-syarat menjadi pelengkap; Daruriyyat sumber asal Hajiyyat dan Tahsiniyyat Tinjauan Mashalih kemaslahatan dan Mafasid kerusakan dalam syariat.

Syariat terjaga sepanjang masa. Pembahasan bagian kedua ini terbagi kedalam 5 masalah. Inti pembahasannya ialah bahwa syariat ini diturunkan dalam bahasa Arab, dan bersifat ummi. Syariat bersifat ummi, karena diturunkan kepada Nabi dan penduduk yang mayoritas ummi. Artinya syariat turun dengan kemudahan untuk dipahami.

Cara menggali hukum syariat berdasarkan Nash-nash syariat, apakah melalui pemahaman tersurat atau tersirat, atau kedua-duanya. Pembahasan bagian ini terbagi kedalam 12 masalah. Dengan inti kajiannya bahwa hukum syariat dibebankan kepada mereka yang mampu melaksanakannya. Yang kemudian dapat dirinci kedalam 3 bagian: Qudrah Kemampuan seorang hamba adalah syarat diberlakukannya bembebanan hukum kepadanya. Masyaqqah Kesusahan dalam pelaksanaan hukum syariat.

Pengertian Masyaqqah; Masyaqqah yang dianggap dan tidak dianggap oleh syariat; Masyaqqah melawan hawa nafsu; Tingkatan Masyaqqah berbeda-beda. Wasathiyyah tidak berlebih-lebihan dalam syariat islam. Inti pembahasannya adalah bahwa tujuan syariat diturunkan ialah untuk mengeluarkan manusia dari kongkongan hawa nafsunya, sehinggga ia ikhlas dalam menjalankan titah Tuhannya.

Tanpa merasa terpaksa. Daruriyyat terbagi dua; pertama: Manusia mendapatkan kemaslahatannya secara langsung; Kedua: Manusia tidak mendapat kemaslahatannya secara langsung. Kewajiban dalam ibadah setiap orang tidak boleh digantikan oleh orang lain. Pelaksanaan syariat bersifat Dawam kontinuitas. Syariat bersifat universal bagi setiap Mukallaf, tidak dikhususkan kepada pihak atau golongan tertentu. Semuanya sama dimata syariat.

Segala kelebihan yang diberikan Allah Swt kepada Rasululllah Saw, juga diberikan sebagiannya kepada umatnya karena sifat syariat yang universal itu tadi. Prasyarat diterimanya Karamah para wali adalah bahwa karamah itu harus selalu dalam koridor syariat islam. Adat istiadat kebiasaan dalam tinjauan syariat dan hukum adat. Besarnya Ketaatan dan kemaksiatan berdasarkan kemaslahatan dan kerusakan yang ditimbulkan oleh perbuatan tersebut.

Rincian kajian ini dapat dibagi kedalam 6 bagian: Hukum perbuatan manusia didasarkan kepada niatnya. Segala niat perbuatan yang menyalahi Maqashid Tuhan, maka perbuatan itu dianggap tidak sah batal. Macam —macam tindakan berdasarkan selaras atau tidak selaras dengan Maqashid Tuhan.

Macam — macam tindakan berdasarkan kemaslahatan dan kerusakan yang ditimbulkan. Hukum menggugurkan hak Allah Swt dan hak hamba. Tipu muslihat dalam beribadah. Seperti inilah judul yang disebutkan oleh DR. Kitab ini belum pernah dicetak.

Beliau merupakan salah satu murid Imam Syatibi yang meninggal pada tahun H. Dicetak oleh percetakan Ibn Hazm lebanon, cet: pertam, tahun: Setebal halaman. Disertai kata pengantar. Oleh salah satu murid Imam Syatibi yang lain. Namun para peneliti tidak menyebutkan siapa nama sang penyusun nazham ini. Berdasarkan informasi dari Prof. Abu Al Ajfan dalam kitabnya Fatawa Asy Syatibi ia mengatakan bahwa kitab ini masih terdapat di perpustakaan Der Al Askarial di Spanyol dengan tulisan tangan bernomor: Dan merupakan kitab berbahasa Arab yang paling Populer di perpustakaan kerajaan Spanyol.

Kitab inipun belum pernah dicetak. Berdasarkan cetakan Dar Al Hadist — Cairo. Kitab Al Muwafaqat dibagi kedalam 2 Jilid, 4 juz, dan 5 bagian. Pada jilid pertama terdapat juz 1 yang berisi bagian 1 dan 2, dan juz 2 berisi bagian 3. Selanjutnya pada jilid Kedua terdapat juz 3 berisi bagian 4, dan juz 4 berisi bagian 4 dan 5.

PARALISIS CEREBRAL ESPASTICA PDF

KITAB AL MUWAFAQAT PDF

.

KOEKIES RESEPTE PDF

Download Kitab al-Muwafaqat PDF

.

BIBLIA TRADUCEREA CORNILESCU PDF

Download Kitab Muwafaqat Karya Imam Syathibi PDF Lengkap

.

Related Articles