JURNAL ENZIM AMILASE SALIVA PDF

Sridianti 4 Komentar Pada kali ini sridianti. Tentunya pembaca sebelumnya telah membaca Apa Fungsi dari enzim amilase disini kami akan menambah pengetahuan sedikit. Silahkan simak Apa Fungsi dari enzim amilase dibawah ini. Fungsi utama dari enzim amilase untuk memecah pati, yang menghasilkan gula sederhana seperti fruktosa, maltosa, glukosa dan dekstrin. Fungsi amilase terjadi dalam tubuh manusia, tetapi juga dimasukkan untuk digunakan dalam makanan dan minuman pengolahan dan industri lainnya.

Author:Yozshurg Balmaran
Country:Albania
Language:English (Spanish)
Genre:Health and Food
Published (Last):2 August 2014
Pages:289
PDF File Size:18.69 Mb
ePub File Size:3.54 Mb
ISBN:847-6-47543-788-9
Downloads:23502
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Voodoolrajas



Latar Belakang Enzim adalah biomolekul yang berfungsi sebagi katalis senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa habis bereaksi dalam suatu reaksi kimia. Kelangsungan proses proses metabolisme yang diorganisasi hanya mungkin terjadi bila setiap sel mempunyai sendiri perlengkapan enzim yang ditetapkan secara genetik.

Baru setelah itu reaksi lanjutan yang terkoordinasi. Juga pada sebagian besar mekanisme regulasi, enzim ikut berpartisipasi. Cara ini dapat menjamin kelangsungan metabolisme pada perubahan kondisi. Hampir semua enzim adalah protein. Tetapi terdapat juga asam nukleat yang aktif secara katalitik, yaitu ribozim Di dalam sistem pencernaan terdapat berbagai macam bioenzim.

Salah satunya enzim amilase saliva. Pencernaan karbohidrat kompleks melibatkan dua enzim, yaitu amilase saliva dan alfa-amilase pankreatik. Enzim-enzim ini bekerja efektif pada pH antara 6,7 sampai 7,5. Amilase saliva memecahkan polisakarida menjadi disakarida dan monosakarida. Tujuan Adapun tujuan praktikum kali ini antara lain adalah sebagai berikut : 1.

Mengetahui aktivitas enzim amylase saliva. Mengetahui mekanisme percepatan reaksi oleh enzim amylase saliva. Mengetahui factor-faktor apa saja yang mempengaruhi percepatan reaksi oleh enzim amylase saliva. Amilase saliva dapat menguraikan polisakarida menjadi monosakarida.

Hasil hidrolisis oleh amilase terutama berupa maltosa, sebagian kecil berupa limit dekstrin, maltotriosa, dan glukosa. Hasil hidrolisis tersebut saat berkumulasi dengan bakteri, dapat mengakibatkan terjadinya proses demineralisasi pada gigi dan kemudian menjadi karies. Struktur amilase dapat dilihat pada gambar 1. Gambar 1. Hamper semua enziim merupakan protein. Pada reaksi yang dikatalisasi oleh enzim, molekul awal reaksi disebut sebagai substrat dan enzim mengubah molekul tersebut menjadi molekul-molekul yang berbeda, disebut produk.

Hampir semua proses biologis sel memerlukan enzim agar dapat berlangsung dengan cukup cepat. Enzim bekerja dengan cara menempel pada permukaan molekul zat-zat yang bereaksi dan dengan demikian mempercepat proses reaksi. Percepatan terjadi karena enzim menurunkan energy pengaktifan yang dengan sendirinya akan mempermudah terjdinya reaksi. Sebagian besar enzim bekerja secara khas, yang artinya setiap jenis enzim hanya dapat bekerja pada satu macam senyawa atau reaksi kimia.

Hal ini disebabkan perbedaan struktur kimia tiap enzim yang bersifat tetap. Kerja enzim dipengaruhi oleh beberapa factor, terutama adalah substrat, suhu, keasaman, kofaktor, dan inhibitor. Tiap enzim memerlukan suhu dan pH tingkat keasaman optimum yang berbeda-beda karena enzim adalah protein, yang dapat mengalami perubahan bentuk jika suhu dan keasaman berubah.

Di luar suhu atau pH yang sesuai, enzim tidak dapat bekerja secara optimal atau strukturnya akan mengalami kerusakan. Hal ini akan menyebabkan enzim kehilangan fungsinya sama sekali. Kerja enzim juga dipengaruhi oleh molekul lain.

Inhibitor adalah molekul yang menurunkan aktivitas enzim, sedangkan aktivator adalah yang meningkatkan aktivitas enzim. Banyak obat dan racun adlah inhibitor enzim. Terdapat lima cara utama aktivitas enzim dikontrol dalam sel. Produksi enzim transkripsi dan translasi gen enzim dapat ditingkatkan atau diturunkan bergantung pada respon sel terhadap perubahan lingkungan.

Bentuk regulase gen ini disebut induksi dan inhibisi enzim. Sebagai contohnya, bakteri dapat menjadi resistan terhadap antibiotik seperti penisilin karena enzim yang disebut beta-laktamase menginduksi hidrolisis cincin beta-laktam penisilin. Contoh lainnya adlah enzim dalam hati yang disebut sitokrom P oksidase yang penting dalam metabolisme obat. Induksi atau inhibisi enzim ini dapat mengakibatkan interaksi obat.

Enzim dapat dikompartemenkan, dengan lintasan metabolisme yang berbeda-beda yang terjadi dalam kompartemen sel yang berbeda. Enzim dapat diregulasi oleh inhibitor dan activator.

Contohnya, produk akhir lintasan metabolisme seringkali merupakan inhibitor enzim pertama yang terlibat dalam lintasan metabolisme, sehingga dapat meregulasi jumlah produk akhir lintasan metabolisme tersebut. Mekanisme regulasi seperti ini disebut umpan balik negatif karena jumlah produk akhir diatur oleh konsentrasi produk itu sendiri. Mekanisme umpan balik negatif dapat secara efektif mengatur laju sintesis zat antara metabolit tergantung pada kebutuhan sel.

Hal ini membantu alokasi bahan zat dan energy secara ekonomis dan menghindari pembuatan produk akhir yang berlebihan. Kontrol aksi enzimatik membantu menjaga homeostasis organisme hidup. Enzim dapat diregulasi melalui modifikasi pasca-translasional. Hal ini dapat meliputi fosforilasi, miristoilasi, dan glikosilasi.

Contohnya, sebagai respon terhadap insulin, fosforilasi banyak enzim termasuk glikogen sintase membantu mengontrol sintesis atapun degradasi glikogen dan mengijinkan sel merespon terhadap perubahan kadar gula dalam darah. Contoh lain modifikasi pasca-translasional adalah pembelahan rantai polipeptida. Kimotripsin yang merupakan protease pencernaan diproduksi dalam keadaan tidak aktif sebagai kimotripsinogen di pankreas.

Kemudian ditranspor ke dalam perut untuk diaktivasi. Hal ini menghalangi enzim mencerna pancreas dan jaringan lainnya sebelum memasuki perut. Jenis prekursor tak aktif ini dikenal sebagai zimogen. Beberapa enzim dapt menjadi aktif ketika berada pada lingkungann yang berbeda. Contohnya, hemaglutinin pada virus influenza menjadi aktif dikarenakan kondisi asam lingkungan.

Hal ini terjadi ketika virus terbawa ke dalam sel inang dan memasuki lisosom. Prinsip Amilase saliva adalah enzim yang terdapat daalam air ludah.

Enzim ini bekerja pada pati dan dextrin atau juga glikogen dan mengubahnya menjadi maltose, dengan hasil antara yang larut yaitu amilo dekstrin, eritrodekstrin dan akrodekstrin. Alat dan Bahan Alat yang digunakan meliputi plat tetes, pipet tetes, beaker glass, dan stop watch. Sementara itu bahan yang digunakan adalah saliva,amilum,iodium,buffer pH 7,0.

Cara Kerja Pengumpulan saliva : Probandus berkumur dengan menggunakan aquadest, setelah itu dikeluarkan saliva dan tempatkan pada gelas beaker. Ambil saliva yang telah terkumpul. Siapkan Erlenmeyer. Kemudian masukkan 5 ml larutan kanji amilum ke dalam masing-masing Erlenmeyer, lalu tambahkan 2 ml buffer fosfat pH 7,0 ke dalam masing-masing Erlenmeyer.

Segera setelah 2 menit, ke dalam Erlenmeyer ditambahkan 1 ml saliva dan nyalakan stop watch. Ambil 2 tetes larutan dan tempatkan pada plat tetes. Tambahkan 1 tetes larutan iod pada larutan yang ada di plat, amati perubahan warna yan terjadi 6. Jiak warna larutan masih biru, ulangi langkah diatas 4 dan 5 yaitu meneteskan 2 tetes larutan pada plat tetes yang lain ditambahkan 1 tetes larutan iod.

Ulangi cara tersebut setiap menit sampai warna biru berubah menjadi coklat warna larutan iodium. Kemudian matikan stopwatch dan catat waktu yang diperlukan dalam menit. Jika sudah lebih dari 30 menit larutan tetap biru, percobaan dihentikan.

Aktivitas amilase saliva dihitung dengan menggunakan rumus: Keterangan : 1 unit aktivitas amilase adalah banyaknya milligram amilum yang di pecah oleh 1 ml cairan saliva selama 30 menit pada suhu 38c Plat tetes 2. Pipet tetes 3. Beaker glass 4. Stopwatch 5. Waterbath 6. Penjepit kayu 7. Tabung reaksi B. Saliva 2. Amilum 3. Ioudium C. Cara Kerja 1. Menyiapkan alat dan bahan 2.

Probandus berkumur dengan aquades 3. Saliva dikeluarkan dan dimasukkan kedalam gelas beaker saliva dan probandus 4. Encerkan 1 ml saliva dengan mencampurkan aquades sebanyak 25ml 5.

Setelah itu campurkan 1 ml air saliva yang telah diencerkan ke dalam gelas beaker yang telah dipanaskan 2 menit 7. Setelah 1 menit ambil 2 tetes larutan tadi kemudian ditambah 1 tetes larutan iod 8. Ulangi langkah 8 sampai terjadi perubahan warna 9. Hitung menit ke berapa terjadi perubahan warna E.

Hasil Praktikum Larutan kanji langsung diteteskan ke plat tetes setelah dipanaskan kemudian dicampur dengan saliva yang telah diencerkan kemudian tabung reaksi digoyangkan agar larutan tercampur B. Pembahasan Saliva mengandung enzim amilase. Amilosa merupakan polisakarida yang yang berbeda dan pola tindakan, yang banyak digunakan dalam industri.

Mereka memiliki kekhususan substrat yang berbeda[2]. Amilase adalah biokatalis yang paling penting, karena kemampuan mereka untuk memanfaatkan spektrum yang luas darisubstrat, stabilitasnya tinggi terhadap ekstrim suhu, pH, kofaktor dan inhibitor [3]. Enzim memiliki kekuatan katalitik besar dan mempercepat reaksi dengan mengurangi energi selama satu juta kali untuk aktivasi.

LATITUDES 2 GUIDE PEDAGOGIQUE PDF

Jurnal hidrolisis pati dengan enzim amilase pdf

Isomerase 6. Ligase Dalam mempelajari mengenai enzim, dikenal beberapa istilah diantaranya holoenzim, apoenzim, kofaktor, gugus prostetik, koenzim, dan substrat. Apoenzim adalah suatu enzim yang seluruhnya terdiri dari protein, sedangkan holoenzim adalah enzim yang mengandung gugus protein dan gugus non protein. Gugus yang bukan protein tadi dikenal dengan istilah kofaktor. Pada kofaktor ada yang terikat kuat pada protein dan sukar terurai dalam larutan yang disebut gugus prostetik dan adapula yang tidak terikat kuat pada protein sehingga mudah terurai yang disebut koenzim. Baik gugus prostetik maupun koenzim, keduanya merupakan bagian yang memungkinkan enzim bekerja pada substrat. Substrat merupakan zat-zat yang diubah atau direaksikan oleh enzim Poedjadi,

ARNHEIM SZTUKA I PERCEPCJA WZROKOWA PDF

Apa Fungsi dari enzim amilase

Pengujian akan dilakukan berdasarkan metode Fuwa menggunakan larutan iodin secara stop assay. Artocarpus altilis Park. HCl akan memutus rantai pati secara acak, sedangkan hidrolisis secara enzimatis memutus rantai pati secara reaksi, gelas beker, erlenmeyer, pipet ukur, flow pipet, pipet tetes, pH meter, cawan alumunium, cawan Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. Enzim amilase akan memecah substrat pati melalui tiga tahapan utama yaitu gelatinisasi, likuifikasi, dan sakarifikasi [4]. Ketiga proses tersebut merupakan proses dengan tingkat konsumsi energi yang tinggi sehingga meningkatkan biaya hidrolisis Jurnal Teknik Kimia Vol.

Related Articles